Kanker Payudara HER2-Positif: Kisah Pasien Surabaya Setelah Enam Siklus
Respons nyata setelah enam siklus pengobatan.
Kanker payudara: kisah pasien dari Surabaya
Seorang perempuan berusia sekitar 70 tahun dari Surabaya datang menemui saya dengan benjolan payudara besar yang telah menjadi luka terbuka. Sebelumnya, beliau disarankan menjalani kemoterapi, tetapi masih enggan melanjutkannya.
Hasil biopsi menunjukkan kanker payudara ER-positif, PR-positif, dan HER2-positif (3+).
Setelah mendiskusikan pilihan pengobatan dan kendala biaya, kami memilih kombinasi obat hormonal oral, obat target oral, serta suntikan terapi target anti-HER2. Pilihan generik dan obat generasi awal digunakan sesuai kebutuhan untuk membantu mengelola biaya pengobatan.
Respons kanker payudara setelah enam siklus
Setelah enam siklus, PET menunjukkan respons pengobatan yang sangat baik.

Kiri: sebelum pengobatan. Kanan: setelah enam siklus pengobatan.
Bintik-bintik gelap abnormal pada gambar sebelum pengobatan menunjukkan area aktivitas kanker. Setelah enam siklus, bintik-bintik tersebut berkurang secara nyata, menunjukkan respons terapi yang sangat baik.
Namun, tidak semua area gelap pada PET adalah kanker. Organ normal, seperti otak dan kandung kemih, juga dapat tampak gelap karena penyerapan atau pembuangan zat pelacak PET secara normal. Dokter membedakan aktivitas normal ini dari area yang berkaitan dengan kanker saat menilai hasil pemeriksaan.
Pengobatan yang dipersonalisasi
Kasus ini menunjukkan pentingnya memahami karakteristik tumor, mendengarkan pilihan pasien, dan mempertimbangkan kemampuan finansialnya dalam menyusun pengobatan.
Respons pengobatan dapat berbeda pada setiap pasien. Respons yang baik bukan berarti sembuh; pengobatan serta pemantauan lanjutan tetap diperlukan.




Comments